Sulesana
Vol 12 No 1 (2018)

FUNDAMENTALISME DAN RADIKALISME ISLAM ( Telaah Kritis tentang Eksistensinya Masa Kini)

Abduh Wahid (Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar)



Article Info

Publish Date
10 Aug 2018

Abstract

Fundamentalis salah satu aliran yang tidak mau menerima perubahan dalam arti mereka menentang pembaruan. Jadi, mereka dengan berhati-hati menegaskan bahwa bahwa pemakluman kenabian Muhammad saw bukanlah suatu hal yang baru, melainkan hanya menyambung rentetan nabi dan rasul yang mendahuluinya. Sedangkan radikalisme adalah suatu kelompok yang sering dipandang Barat sebagai teroris yang bertujuan melemahkan otoritas politik dengan jalan jihad. Artinya, gerakan-gerakan keagamaan radikal ini menjadikan jihad sebagai salah satu metode untuk mencapai cita-citanya, yakni tatanan sistem Islam (­al-nizām al-Islāmi). Di samping itu, radikalis dianggap sebagai kaum yang berpikiran sempit (narrow-minded), bersemangat secara berlebihan (ultra zeolous), atau ingin mencapai tujuan dengan memakai cara-cara kekerasan. Karena itu dapat dimengerti mengapa sebagian besar sarjana muslim memandang radikalisme sebagai istilah yang tak menguntungkan dan menimbulkan kesalahpahaman. Pandangan seperti ini juga terdapat pada para orientalis dan sarjana Barat yang memahami agama Islam.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

sls

Publisher

Subject

Religion

Description

studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, ...