Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan yang mampu memberikan kesempatan kerja serta pendapatan bagi masyarakat. Jawa Barat adalah salah satu produsen kopi nasional dengan produksi kopi unggulan berindikasi geografis yaitu kopi Java Preanger. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2017 di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan yang merupakan sentra produsen kopi di Kabupaten Bandung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik petani kopi, faktor-faktor yang mempengaruhi petani untuk mengusahakan kopi java preanger dan kelayakan usahatani kopi berdasarkan pendapatan yang diterima oleh petani. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus. Data diperoleh dari responden yang dipilih secara purposive dari 140 petani anggota kelompok tani Margamulya sehingga didapat 34 petani. Data dianalisis secara deskriptif statistik, analisis pendapatan dan analisis R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani umumnya petani kopi java preanger di Desa Margamulya berada pada kelompok usia produktif dan tingkat pendidikan yang masih rendah, namun sudah mengikuti berbagai pelatihan dalam usahatani kop. Para petani mengusahakan kopi di lahan yang sempit dengan status penguasaan lahan garapan. Faktor lingkungan (lahan dan agroklimat), modal dan hasil produksi merupakan faktor paling menentukan terhadap minat petani dalam berusahatani kopi. Rata-rata pendapatan per hektar petani kopi arabika java preanger anggota kelompoktani Margamulya pada lahan sempit (< 0,5 Ha) adalah Rp. 9.394.540, pada lahan sedang (0,5 – 1,0 Ha) adalah Rp 11.305.031 dan pada lahan luas (1 Ha) adalah Rp 19.219.684. Usahatani kopi arabika Java preanger tersebut memiliki nilai R/C berkisar 2,05 s.d 2,59. Artinya usahatani kopi arabikajava preanger layak untuk diusahakan karena nilainya lebih dari satu.
Copyrights © 2018