AcTion: Aceh Nutrition Journal
Vol 2, No 1 (2017): AcTion Vol 2 No 1 Tahun 2017

Faktor Risiko Terjadinya Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh

Iskandar Iskandar (Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh, Jl. Soekarno-Hatta, Kampus Terpadu Poltekkes Kemenkes RI Aceh, Lampeunerut, Aceh Besar.)
Abdul Hadi (Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh)
Alfridsyah Alfridsyah (Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh)



Article Info

Publish Date
15 May 2017

Abstract

Coronary Heart Disease (CHD) is the number one killer in Indonesia. The mortality rate due to CHD 17.05% of total deaths. Risk factors can be modified ie: dyslipidemia, diabetes mellitus, stress, infection, smoking habits, poor diet, lack of movement, Obesity. Unavoidable risk factors are age, sex, and family history. The purpose of this research is to know the factors related to CHD. Methods Analytical observational studies with Cossectional designs were conducted in July 2015. Data were collected by interviews and measurements of IMT and blood lipid profiles. Subjects were CHD patients as case group and non-CHD as comparison group was taken by con cement sampling by matching. Analysis of Univariate, bivariate and multivariate data. The result was that subjects with BMI ≥25 m2 had 2.7 times higher risk of CHD (CI 1.04-7.3). Physical passive activity has no effect on CHD (P 0.27). Smoking does not pose a significant risk to CHD 1.8 (CI 0.84-3.7). While consuming high fat there is a significant relationship with CHD (p: 0,29> 0,05). The most influential factors for CHD are cholesterol and triglyceride levels in the blood. The conclusion of BMI and blood lipid profile has an effect on CHD. The most influential factors are cholesterol and blood triglyceridesKeywords: Physical activity, BMI, HDL and LDL, cholesterol, CHDPenyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Angka kematian karena PJK 17,05% dari total kematian. Faktor risiko dapat dimodifikasi yaitu: dislipidemia, diabetes melitus, stres, infeksi, kebiasaan merokok, pola makan yang tidak baik, kurang gerak, Obesitas. Faktor risiko tidak dapat dicegah adalah usia, sex, serta riwayat keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan PJK.  Metode penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dilaksanakan bulan Juli 2015. Data dikumpulkan dengan wawancara dan pengukuran IMT dan profil lipid darah. Subjek adalah pasien PJK sebagai kelompok kasus dan non PJK sebagai kelompok pembanding diambil secara concecutive sampling dengan matching. Analisis data univariate, bivariate dan multivariate. Hasilnya subjek yang mempunyai IMT ≥25 m2 mempunyai Risiko 2,7 kali lebih tinggi terkena PJK (CI; 1,04-7,3). aktifitas pasif fisik tidak mempunyai berpengaruh terhadap PJK (P; 0,27). Merokok tidak mempunyai risiko secara bermakna terhadap PJK 1,8 (CI; 0,84-3,7). Sedangkan Mengkonsumsi lemak tinggi ada hubungan yang bermakna dengan PJK (p; 0,29 > 0,05). Faktor yang paling berpengaruh terhadap PJK adalah kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Kesimpulan IMT dan profil lipid darah mempunyai pengaruh terhadap PJK. Faktor yang paling berpengaruh adalah kolestetol dan trigliserida darah.Kata kunci: Aktifitas fisik, IMT, HDL dan LDL, kolesterol, PJK  

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

an

Publisher

Subject

Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

AcTion: Aceh Nutrition Journal merupakan jurnal gizi dan kesehatan dengan E-ISSN 2548-5741 dan ISSN 2527-3310. Jurnal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam penyampaian hasil penelitian sebagai media yang dapat digunakan untuk meregistrasi, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya peneliti ...