Naditira Widya
Vol 7, No 1 (2013): April 2013

RUMAH PANJANG DAYAK MONUMEN KEBERSAMAAN YANG KIAN TERKIKIS OLEH ZAMAN: STUDI KASUS DAYAK KANAYATN DI KALIMANTAN BARAT

Hartatik, Hartatik (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Aug 2016

Abstract

Abstrak. Rumah panjang merupakan hunian tradisional komunitas Dayak yang dapat ditemukan di sejumlahtempat di pedalaman Kalimantan. Rumah panjang atau betang atau radakng atau balai atau lamin mempunyaiarsitektur dan komponen bangunan yang serupa. Arsitektur rumah panjang Dayak berupa rumah yang ditopangdengan sejumlah tiang penyangga setinggi satu hingga dua meter. Komposisi bangunan rumah panjang terdiri atassebuah aula persegi panjang yang dikelilingi oleh puluhan bilik kecil yang dihuni oleh sebuah keluarga. Auladifungsikan sebagai tempat berkumpul sehari-hari ataupun mewadahi kegiatan adat. Interaksi sosial dalam rumahpanjang tersebut membentuk ikatan batin dan rasa kebersamaan yang kuat antarpenghuninya. Namun, selamaempat dekade belakangan ini lambat-laun penggunaan rumah panjang banyak yang ditinggalkan. Tulisan inimembahas eksistensi rumah panjang dan nilai-nilai kebersamaan komunitas Kanayatn yang tidak lagi berdiam dirumah panjang. Studi ini dibahas dengan menggunakan metode deskriptif dengan penalaran induktif. Hasil kajianrumah panjang ini menunjukkan tidak dimanfaatkannya rumah panjang sebagai hunian komunal tidak berartihilangnya nilai kebersamaan yang selama ini telah mengakar dalam kehidupan komunitas Dayak. Namun demikian,perubahan gaya hidup tersebut tetap menbawa dampak yang signifikan, yaitu merenggangnya proses interaksisosial sehari-hari.

Copyrights © 2013