Abstrak. Terdapat dua jenis metode atau cara perolehan data dalam penelitian arkeologi, yaitu survei dan ekskavasi.Dari kedua metode tersebut, survei merupakan teknik penelitian yang paling sering digunakan oleh peneliti BalaiArkeologi Banjarmasin. Hal tersebut merupakan gejala yang menarik, padahal ekskavasi merupakan jantungpenelitian arkeologi. Tulisan ini mengulas tentang sebab-sebab penggunaan metode survei lebih banyak daripadaekskavasi, serta solusi yang memungkinkan pelaksanaan penelitian arkeologi yang berimbang antara tema danmetode yang sesuai. Data kajian yang dipakai adalah metode penelitian yang digunakan para peneliti pada BalaiArkeologi Banjarmasin selama 2005-2011. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyebab utama seringnya penggunaanmetode penelitian survei adalah kondisi alam Kalimantan yang luas dengan fisiografi yang unik. Aktivitas surveiperlu dilakukan agar dapat memperoleh sebaran data lateral terlebih dahulu sebelum meneliti lebih jauh sebarandata vertikalnya. Solusi yang dapat menjembatani kesenjangan ini adalah intensifikasi ekskavasi pada situs-situspotensial, menindaklanjuti rekomendasi hasil penelitian terdahulu, kegiatan survei harus dilakukan bersamaandengan ekskavasi, dan perimbangan penelitian berdasarkan tema dan metode penelitian.
Copyrights © 2011