Artikel ini dimaksudkan untuk membahas dan mereview penerapan prinsip kerja sama Grice dalam interaksi tawar-menawar di Pasar Simpang Tigo dengan cara mereview empat maksim: maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Pendekatan penelitiannya adalah pendekatan kualitatif, sementara kajian ini menggunakan metode etnografi komunikasi. Hasil kajian atas interaksi tawar-menawar di pasar, yaitu penerapan dan pelanggaran prinsip kerja sama Grice (maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara). Penerapan yang secara luas digunakan di dalam interaksi tawar-menawar adalah maksim relevansi dan maksim cara, sementara pelanggaran terhadap maksim adalah maksim kuantitas dan maksim kualitas.
Copyrights © 2015