Tong sampah merupakan prasarana yang tersedia di setiap taman kota yang memudahkanpengunjung taman untuk membuang sampah. Di Taman ini terdapat tong sampah berdasarkan bahandasar sampah tersebut yaitu tong sampah basah (organik) dan tong sampah kering (anorganik). Denganmemisahkan sampah sesuai bahan dasarnya maka secara tidak langsung bisa menyelamatkan bumi daribencana ledakan sampah. Secara umum sistem kerja tong sampah organic dan anorganik sama dengantempat sampah pada umumnya, yang membedakan hanyalah penggolongan bahan dasar jenis sampahtersebut.Pada kenyataannya saat ini, tong sampah organik maupun tong sampah anorganik kurangdimanfaatkan oleh pengunjung Taman. Pengunjung enggan untuk memanfaatkannya dengan berbagaialasan. Pengadaan tempat sampah jenis ini perlu mendapatkan perhatian lanjut, sehingga dapatmeningkatkan fungsinya di kalangan masyarakat kota khususnya pengunjung taman.Pengambilan data dilakukan menggunakan metode work sampling. Dari data work samplingdiketahui rasio produktif adanya tong sampah organic dan anorganik sebesar 27% dan rasio tidakproduktif adanya tong sampah organik dan anorganik sebesar 73%. Faktor penyebab terjadinya ketidakproduktifan tong sampah ini disebabkan tidak pedulinya pengunjung taman terhadap jenis bahan dasarsampah tersebut serta pola perilaku di masyarakat yang biasa membuang sampah sembarangan karenasemua orang melakukannya. Secara tidak sadar maka perilaku membuang sampah sembarangan akanmenjadi suatu bentukan perilaku yang terinternalisasi di dalam pikiran bahwa membuang sampahsembarangan bukanlah hal yang salah.Kata kunci: anorganik, organik, tong sampah, work sampling
Copyrights © 2016