Penggunaan Outsourcing sistem informasi digunakan sebagai salah satu strategi kompetisi perusahaanuntuk fokus pada core business-nya. Perusahaan mengalihkan tanggungjawab pekerjaan dan operasionalkepada pihak luar yang di percaya melalui ikatan perjanjian berlandaskan hukum, dengan beberapa alasanseperti menekan biaya operasional, fokus pada core bussinessnya, meminimalkan resiko dan alasan lainnya.Namun seringkali terjadi interaksi yang tidak harmonis dan kurang dinamis dalam sistem outsourcing yangmenimbulkan pelanggaran aturan dan etika dalam hubungan antar agen. Untuk menjamin terjadinya kolaborasidinamis antar agent maka diperlukan model kolaborasi antar agen dalam tata kelola outsourcing yang efektif.Model kolaborasi berisi kebijakan sebagai dasar kolaborasi antar agen agar terjadi kesinambungan danmenciptakan nilai seperti yang diharapkan stakeholder. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang modelkolaborasi multi agent tata kelola outsourcing yang baik. Model ini akan membentuk keselarasan dankeharmonisan kinerja dan merancang suatu model kolaboras multi agent dalam tata kelola outsourcing.
Copyrights © 2014