Saat ini pemilihan model fungsi keanggotaan untuk parameter-parameter yang digunakan dalam proses fuzzy masih belum didasarkan kepada suatu panduan. Sebagai contoh untuk parameter suhu udara dapat di gunakan berbagai model fungsi keanggotaan, misalnya kurva segitiga atau trapezium. Karena tidak adanya panduan, umumnya model fungsi keanggotaan yang dipilih adalah model fungsi keanggotaan yang paling sering digunakan. Pada penelitian ini dilakukan analisa untuk melihat pengaruh pemilihan fungsi keanggotaan pada output sistem fuzzy. Fungsi keanggotaan yang digunakan adalah segitiga, bahu dan trapezium dengan range nilai yang sama untuk masing-masing parameter input dan output. Studi kasus yang digunakan adalah masalah pengontrolan penyiraman tanaman. Yang menjadi komposisi penilaian adalah suhu udara, kelembaban tanah, umur tanaman sebagai masukan dan tingkat penyiraman sebagai keluaran. Komposisi penilaian inilah yang menjadi masukan (input) dan keluaran (output) untuk proses perhitungan Fuzzy dan yang diujicobakan menggunakan dua model fungsi keanggotaan yang berbeda. Model pertama yaitu bahu dan segitiga, dan model kedua adalah bahu dan trapesizium. Kesimpulan dari pengujian penelitian ini adalah tidak ada perbedaan hasil yang signifikan ketika menggunakan model yang berbeda.Keyword : Fungsi keanggotaan, Fuzzy Logic, Segitiga, Bahu, Trapezium
Copyrights © 2011