INOVTEK POLBENG
Vol 8, No 1 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 1 - 2018

PENDUGAAN ALIRAN SUNGAI BAWAH TANAH DI DESA HARGOSARI GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE VERY LOW FREQUENCY-ELECTROMAGNETIC (VLF-EM) DENGAN FILTER NOISE ASSISTED- MULTIVARIATE EMPIRICAL MODE DECOMPOSITION (NA-MEMD)

yesi yusmita (dosen teknik elektro Politeknik Negeri Bengkalis)



Article Info

Publish Date
08 Aug 2018

Abstract

AbstrakAir di kawasan karst mengalir melalui sistem retakan celah gua. Air bawah permukaan akan terakumulasi dan mengalir dalam suatu pola aliran tertentu melalui lorong-lorong gua yang pada akhirnya membentuk sungai bawah tanah. Sungai bawah tanah daerah karst terkadang dapat berada sejajar horizontal namun alirannya berlawanan, bahkan dapat juga saling menyilang bertingkat tidak saling berhubungan. Salah satu daerah yang memiliki kondisi seperti itu adalah desa Hargosari, kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Sebenarnya di daerah tersebut banyak terdapat air sungai bawah tanah sekalipun di musim kemarau, namun posisi serta kedalamannya belum diketahui, sehingga dilakukan penelitian dengan metode geofisika yaitu metode Elektromagnetik Very Low Frequency untuk mengestimasi keberadaan dan kedalaman sungai bawah tanah tersebut. Data lapangan yang didapatkan dari hasil pengukuran metode VLF-EM biasanya tercampur dengan noise dan outlier, untuk itu digunakan filter NA-MEMD (Noise Assisted-Multivariate Empirical Mode Decomposition) yang mampu mereduksi noise dan outlier dari data pengukuran, dan juga  menggunakan  filter Moving Average, dan filter Karous H-jelt untuk menghasilkan kontur rapat arus ekivalen sehingga posisi sungai bawah tanah dapat diketahui.Hasil interpretasi rapat arus ekivalen menunjukan arah sungai bawah tanah di desa Hargosari ke arah barat mengikuti aliran sebelumnya, dengan kedalaman sungai bawah tanah terlihat pada lintasan 1 berada pada kedalaman 125 m, pada lintasan 2 sungai berada pada kedalaman 120 m, lintasan 3 sungai berada pada kedalaman 112 m, lintasan 4 berada pada kedalaman 105 m, dan untuk lintasan terakhir yaitu lintasan 5 berada pada kedalaman 95 m. Untuk sungai 2, baru terlihat pada lintasan 2 pada kedalaman 115 m, lintasan ke tiga pada kedalaman 110 m, lintasan ke empat pada ke dalaman 100 m, dan untuk lintasan kelima pada kedalaman 80 m.  Berdasarkan hasil penelitian ini, arah aliran sungai bawah tanah di desa Hargosari mengarah ke Barat.Kata Kunci : Sungai bawah tanah, VLF, filter NA-MEMD, filter Karous HJelt, rapat arus ekivalen. 

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

IP

Publisher

Subject

Computer Science & IT

Description

Jurnal Inovasi dan Teknologi Politeknik Negeri Bengkalis merupakan jurnal berbasis penelitian ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian, artikel penelitian asli, review dan kajian ...