JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)

TINDAK TUTUR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR UJUNG MURUNG BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN (SPEECH ACTS IN THE SALE AND PURCHASE TRANSACTIONS AT UJUNG MURUNG MARKET BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN)

Isnaniah Isnaniah (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Jul 2017

Abstract

Tindak Tutur dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Ujung Murung Banjarmasin KalimantanSelatan. Tindak tutur adalah tindakan-tindakan yang ditampilkan lewat tuturan, sedangkan jualbeli adalah proses pemindahan hak milik/barang kepada pihak lain dengan menggunakan uangsebagai alat tukarnya. Penelitian yang terkait dengan tindak tutur bertujuan untuk mendeskripsikanjenis tindak tutur ilokusi dan fungsi tindak tutur dalam transaksi jual beli di Pasar Ujung MurungBanjarmasin Kal-Sel. Berdasarkan hasil penelitian terungkap mengenai tindak tutur yang terjadidalam transaksi jual beli ialah penggunaan tindak tutur asertif, direktif, komisif, ekspresif,dan deklaratif. 1) TTA cenderung digunakan untuk menyatakan, mengeluh, memberitahukan,menyarankan dan membanggakan; 2) TTDr cenderung digunakan untuk memesan, meminta, danmemerintah; 3) TTK cenderung digunakan untuk menjanjikan, menawarkan, dan mendoakan; 4)TTE cenderung digunakan untuk mengucapkan terima kasih, rasa senang, memuji, rasa tidak suka,dan rasa suka; dan 5) TTDk cenderung digunakan untuk melarang, memutuskan, memberi nama,dan kesepakatan, sedangkan dari segi fungsi tindak tutur ditemukan enam fungsi tindak tutur, yaitu:tukar menukar informasi faktual, tukar menukar informasi faktual, mengungkapkan sikap emosi,mengungkapkan sikap moral, meyakinkan/ mempengaruhi, dan sosialisasi. 1) FTMIF cenderungdigunakan untuk bertanya, memastikan/ meminta kejelasan, tawar menawar, dan melaporkan; 2)FMII cenderung digunakan untuk menyatakan persetujuan, tidak setuju, tahu dan tidak tahu, dantidak ingat; 3) FMSE cenderung digunakan untuk sikap kurang berminat, tidak berminat, dan rasasimpati (kepedulian dan rasa kasian); 4) FMSM cenderung digunakan untuk mengucapkan katamaaf, memberi maaf, dan tidak setuju; 5) FMM cenderung digunakan untuk menyarankan, danmemberi peringatan; dan 6) FS cenderung digunakan untuk memperkenalkan, menarik perhatian,dan menyapa. Dilihat dari segi gender penutur dan petutur dalam transaksi jual beli di Pasar UjungMurung Banjarmasin dapat disimpulkan bahwa: 1) Penutur dan petutur antara laki-laki maupunperempuan cenderung menggunakaan kata sapaan yang dilihat dari usia tua dan mudanya, yaitukakak, adik, mbak, paman, dan bibi; 2) Penutur dan petutur perempuan yang sebaya atau masihberusia muda cenderung menggunakan kata sapaan, “Yang atau Say” (sayang); 3) Penutur danpetutur laki-laki yang sebaya atau masih berusia muda cenderung menggunakan kata sapaan denganmenyebutkan nama belakang, 4) Penutur dan petutur antara laki-laki maupun perempuan yangberusia tua cenderung menggunakan kata sapaan dengan melihat latar belakang sosial ekonomipenutur menggunakan kata sapaan Bu Haji/Pak Haji, sedangkan dari tingkat keakraban baik padasaat bertutur kepada langganan maupun yang bukan langganan, tidak terdapat bentuk bahasa yangmembedakan antara keduanya. Penjual dan pembeli cenderung menggunakan bahasa yang samadengan menggunakan kata sapaan yang sama seolah-olah antara penjual dan pembeli memilikihubungan yang dekat, baik kepada langganan maupun bukan.Kata-kata kunci: tindak tutur, jual beli

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jbsp

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, ...