Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Penabur Surakarta arose from a historical City of Surakarta with its particular philosophy of culture. Especially in its relation with Sultanate Palace which built with Javanese Cosmological considerations. This research aimed to describe a history of GPIB Penabur Surakarta. This description relates with church potency as religious tourism object in Surakarta. GPIB Penabur with historical and cosmological capital will be an option for heritage tourism in Surakarta as one of world heritage city. Through this involvement, the church not only present as a religious-spiritual entity, but also socio-economic capital.AbstrakGereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Penabur Surakarta hadir dalam perjalanan sejarah Kota Surakarta yang memiliki filosofi kebudayaan yang tinggi, Kehadiran ini bermakna terutama dalam hubungannya dengan Keraton Surakarta yang dibangun dengan pertimbangan-pertimbangan kosmologis Jawa. Penelitian ini mencoba melihat kesejarahan GPIB Penabur dalam konteks sejarah Surakarta yang lebih luas. Kesejarahan ini akan dilihat sebagai potensi objek wisata religi. Kota Surakarta sebagai kota budaya dan kota pusaka dunia adalah destinasi wisata di Indonesia. Dalam konteks ini GPIB Penabur menjadi opsi sebagai objek wisata religi di Surakarta. Melalui peran ini gereja hadir tidak sekedar sebagai entitas spiritual-religius, tetapi juga sosial-ekonomis.
Copyrights © 2018