Penentuan zona prospek hidrokarbon dibutuhkan untuk memberikan gambaran mengenai posisi ataupunzona yang memungkinkan untuk dijadikan suatu reservoar hidrokarbon. Penentuan zona hidrokarbon inijuga menjadi salah satu upaya dalam pengembangan suatu lapangan migas yang bertujuan untukmeningkatkan produksi migas. Tujuan dilakukannya penentuan zona hidrokarbon untuk mengetahuikemungkinan zona yang berpotensi sebagai reservoar dan juga seberapa tebal lapisan batuan yangmemungkinkan dijadikan sebagai zona prospek hidrokarbon. Metode yang digunakan pada studi kali iniyaitu berupa analisis kualitatif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan perhitungan parameter nilaipetrofisika. Melalui analisis petrofisika didapatkan reservoar A memiliki ketebalan mencapai 65.6 feetdengan nilai kandungan serpih rata-rata sebesar 0.232 v/v, nilai porositas sebesar 14.7%, nilai saturasi airsebesar 54.6%. Reservoar B memiliki ketebalan mencapai 91 feet dengan nilai kandungan serpih rata-ratasebesar 0.162 v/v, nilai porositas sebesar 14.3%, nilai saturasi air sebesar 57.3%. Reservoar C memilikiketebalan mencapai 29.3 feet dengan nilai kandungan serpih rata-rata sebesar 0.151 v/v, nilai porositassebesar 11.7%, nilai saturasi air sebesar 50.3%. Melihat hasil nilai petrofisika dan net pay dapat dikatakanbahwa Reservoar B menjadi kandidat terbaik untuk dijadikan zona prospek hidrokarbon.Kata Kunci : Petrofisika, kandungan serpih, porositas, saturasi air, net pay
Copyrights © 2018