Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan
Vol 10 No 2 (2016)

DETERMINAN DAN EKUIVALEN TARIF IMPOR JASA FINANSIAL DAN ASURANSI NEGARA RCEP

Meidah Azhari (Institut Pertanian Bogor)
Widyastutik Widyastutik (Institut Pertanian Bogor)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2016

Abstract

Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) merupakan bentuk kerjasama yang diinisiasi ASEAN pada tahun 2012. Jasa finansial dan asuransi merupakan salah satu sektor jasa yang memiliki peran penting terhadap stabilitas perekonomian dunia. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi impor jasa finansial dan asuransi serta melakukan estimasi ekuivalen tarif untuk melihat seberapa besar hambatan dalam perdagangan jasa pada masing-masing negara RCEP. Penelitian ini menggunakan pendekatan gravity model dengan analisis regresi data panel. Data yang digunakan bersumber dari data dasar Global Trade Analysis Projects (GTAP) dan Centre d’Etudes Prospectives et d’Informations Internationales (CEPII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDB, jarak, bahasa, dan sejarah kolonial signifikan memengaruhi impor. Estimasi ekuivalen tarif menunjukkan bahwa Selandia Baru, Filipina, RRT, India, dan Korea Selatan merupakan negara yang memiliki hambatan perdagangan paling tinggi. Kesamaan bahasa dan sejarah kolonial merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling besar terhadap perdagangan. Untuk itu perlu adanya upaya dalam meningkatkan kemampuan penggunaan bahasa asing serta menjalin hubungan yang baik antara negara yang memiliki kesamaan sejarah kolonial. Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) is a framework agreement which was initiated by ASEAN on 2012. Financial and insurance service is a service sector which has an important role in the world economic stability.The purpose of this study is to analyze the determinants of import in financial and insurance services and to estimate tariff equivalent in each member of RCEP. This study employs Gravity model approach with regression analysis of panel data.The data were obtained from Global Trade Analysis Projects (GTAP) and Centre d’Etudes Prospectives et d’Informations Internationales(CEPII).The results indicate that GDP, distance, common language, and common colony have a significant effect on import. The estimation of tariff equivalent shows that New Zealand, Philippines, China, India, and South Korea are countries with the highest trade barriers. This study concludes that the similarities of language and historical background among countries are the factors that have the highest influence in trade.Therefore, increasing the use of foreign language and establishing better relationships between countries with the same colonial history are crucial to be done.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

bilp

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

First published in 2007, Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan (BILP) is a scientific journal published by the Trade Analysis dan Development Agency (Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan - BPPP), Ministry of Trade, Republic of Indonesia. This bulletin is expected to be a media of dissemination ...