Sejak diresmikannya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada tanggal 20 April 1975 sampai dengan sekarang,transaksi penjualan tiket masuk ke dalam wahana-wahana masih menggunakan tiket yang dihitung secara manual.Permasalahan yang ditemukan adalah bagian karcis dan pergudangan selalu menyetok karcis dalam jumlah banyak danterkena pajak 10% sehingga kerugian karena kerusakan karcis menjadi besar; Setiap hari petugas kasir harus mengambil tiketdi Bagian Karcis dan Pergudangan, menghitung berapa jumlah tiket yang diambil dan berapa jumlah uang untuk modalkembalian hal ini akan menyita waktu dan mengakibatkan keterlambatan dalam penjualan. Solusinya adalah membuat sistempenjualan tiket. Metodologi yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC). Hasilnya karcis dibeli sesuaikebutuhan dari hasil transaksi pembelian dan perhitungan jumlah tiket dari transaksi penjualan berjalan efektif dan efisien.
Copyrights © 2018