Orientasi seksual terbagi menjadi heteroseksual (ketertarikan terhadap lawan jenis), homoseksual (ketertarikan terhadap sesama jenis) dan biseksual (ketertarikan terhadap lawan jenis dan sesama jenis.Homoseksual merupakan salah satu kelainan seksual berupa disorientasi terhadap pasangan seksual-nya; pada pria disebut gay dan pada perempuan disebut lesbian.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan studi kualitatif dengan melaksanakan diskusi kelompok terarah pada komunitas tersebut.Populasi adalah seluruh komunitas LSL yang tergabung dalam Yayasan Rumah Singggah PEKA dalam binaan KPA Kota Bogor berjumlah 2200 orang dengan jumlah total sampel 60 orang sesuai dengan inklusi. Pengambilan data dengan cara wawancara. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui gambaran variabel independen dan dependen sedangkan analisis bivariat dilakukan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan orientasi seksual pada remaja dengan menggunakan uji statistic Chi Square.Hasil uji chi squre menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa menurut statistik variabel pekerjaan ayah responden sebagai non PNS dan responden yang memiliki pasangan seks tetap secara signifikan berpengaruh dengan orientasi seksual remaja. Makna kontribusi variabel yang signifikan dalam analisis multivariat adalah pekerjaan ayah responden akan mempunyai peluang sebesar 6.293 kali mempunyai orientasi homoseksual (p value = 0.031) dan responden yang memiliki pasangan seks tetap akan mempunyai peluang sebesar 5.644 kali mempunyai orientasi homoseksual (p value = 0.021).
Copyrights © 2017