Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan dan penyebab kematian pada balita. Prevalensi kejadian diare pada balita di Desa Nanga Tikan Wilayah Kerja Puskesmas Nanga Mau Kabupaten Sintang tahun 2013 sebanyak 28 kasus dari dari 77 balita atau (36,36%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Desa Nanga Tikan Wilayah Kerja Puskesmas Nanga Mau Kabupaten Sintang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita dengan populasi 77 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode sensus untuk seluruh populasi yang ada. Hasil penelitian menunjukan bahwa 59.7% balita yang pernah mengalami diare, 48.1% responden memiliki pengetahuan kurang baik, 53.2% responden memiliki sikap kurang baik, 50.6% responden memiliki praktik kurang baik, 51.9% responden memiliki sumber air minum yang tidak memenuhi syarat, 53.2% responden yang tidak memiliki jamban dan 61% responden yang tidak memiliki tempat sampah. Uji statistik menggunakan Chi Square dengan bantuan software statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0.012), sikap (p=0.020), praktik (0.004), sumber air minum (p=0.032), kepemilikan jamban (p=0.020) dengan kejadian diare pada balita dan tidak ada hubungan antara kondisi pembuangan sampah (p=1.000) dengan kejadian diare pada balita. Bagi Puskesmas perlu dilakukan upaya seperti penyuluhan tentang penyakit diare, bagi ibu yang memiliki balita tindakan membuang sampah pada tempatnya, membuang kotoran bayi pada jamban, mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan kegiatan, tidak menghentikan pemberian ASI pada balita hingga berusia 6 bulan agar sistem kekebalan tubuh balita lebih baik
Copyrights © 2015