Udang windu (Penaeus monodon) merupakan jenis udang yang paling banyak diekspor oleh Indonesia, sehingga limbah yang berupa kulit, kepala, dan ekor mengalami peningkatan. Di dalam kulit udang, terkandung 15-20% kitin. Kitin dapat dihidrolisis menggunakan enzim kitinase untuk menghasilkan N-asetilglukosamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu optimum, pH optimum dan waktu fermentasi optimum dalam pembuatan N-asetilglukosamin dari limbah kulit udang dengan bantuan kapang Beauveria bassiana. Kitin dibuat dengan terlebih dahulu melakukan demineralisasi dan deproteinasi terhadap serbuk kulit udang. Produksi N-asetilglukosamin menggunakan fermentasi substrat padat, dengan kitin sebagai substrat padat. Dari penelitian ini, kondisi optimum yang dipilih dalam produksi N-asetilglukosamin dengan bantuan kapang Beauveria bassiana ialah pada suhu 25°C, pH 7, dan waktu fermentasi pada hari ke-7. Kata Kunci: Beauveria bassiana, Kitin, N-asetilglukosamin
Copyrights © 2018