Pemecahan saham dilakukan karena harga saham yang tinggi tidak menarik bagi investor, dan dengan dilakukannya pemecahaan saham diharapkan akan meningkatkan jumlah investor sehingga volume perdagangan juga akan naik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara abnormal return sebelum dan sesudah pemecahan saham, dan juga antara trading volume activity sebelum dan sesudah pemecahan saham. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari Yahoo Finance dengan periode penelitian tahun 2011 2015. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan stock split di tahun penelitian yang ditentukan yaitu 58 perusahaan, pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, sehingga sampel dari penelitian ini menjadi 33 perusahaan. Hasil penelitian ini dengan menggunakan uji beda Wilcoxon bahwa secara nilai sig.(tailed) yang lebih besar dari 0,05 yang berarti H0 diterima atau tidak ada perbedaan antara abnormal return sebelum dan sesudah stock split. Hasil uji beda trading volume activity dengan menggunakan uji beda Wilcoxon menunjukkan nilai sig.(tailed) yang lebih besar dari 0,05 yang berarti H0 diterma atau tidak terdapat perbedaan antara trading volume activity sebelum dan sesudah pemecahan saham.
Copyrights © 2018