Penelitian ini dilaksanakan di Bunut Barat, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan padabulan Mei hingga Agustus 2017. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalahRancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertamaadalah pemberian pupuk SP-36 terdiri dari 3 taraf yaitu S0 = 0 kg/ha (0 g/plot), S1 = 100 kg/ha (10 g/plot), S2 = 200 kg/ha (20 g/plot). Faktor yang kedua Pemberian MOL rebung bambu terdiri atas 3 taraf yaitu M0 = 0%, M1 = 25% (25 ml/l air/plot), M2 = 50% (50ml/lair/plot). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah buah per tanaman (buah), produksi per tanaman (g), produksi per plot (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk SP-36 hanya berpengaruh terhadap jumlah buah per tanaman. Sedangkan pemberian MOL rebung bambu hanya berpengaruh terhadap jumlah buah per tanaman. Interaksi pupuk SP-36 dan MOL rebung bambu tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.
Copyrights © 2018