Oksigen merupakan parameter yang vital dalam kegiatan budidaya. Penurunan kadar oksigen terlarut dalam media pemeliharaan harus sangat diperhatikan, karena kondisi oksigen terlarut yang sangat rendah (hipoksia) dapat berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Oleh karena itu, penelitian mengenai kondisi hipoksia ini sangat penting untuk dipelajari. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur konsumsi oksigen pada ikan nila Oreochromis niloticus (Panjang total: 14,2 ± 1,4 cm, Bobot: 31,3 ± 2,0 g) saat kondisi normal (normoksia) dan hipoksia dengan menggunakan respirometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi oksigen benih ikan nila pada kondisi hipoksia (35,67 ± 4,19 mg O2/kg/jam) lebih rendah dibandingkan saat kondisi normoksia (12,09 ± 3,20 mg O2/kg/jam) (P<0,01). Kondisi hipoksia yang terus menerus dapat berpengaruh negatif terhadap aktivitas ikan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian saat kadar oksigen terlarutnya sangat rendah. Sementara itu, hasil penentuan kadar oksigen kritis bagi ikan nila menunjukkan kisaran oksigen terlarut sebesar 1,9 ± 0,5 mg/L.
Copyrights © 2018