Alat penukar panas atau heat exchanger berfungsi untuk mengubah temperatur suatu jenis fluida. Proses tersebut terjadi dengan memanfaatkan proses perpindahan kalor dari fluida bersuhu tinggi menuju fluida bersuhu rendah. Pertukaran panas terjadi karena adanya kontak, baik antara fluida terdapat dinding yang memisahkannya. Salah satu jenis dari alat penukar panas yag serin ditemui dalam industri adalah tipe 1-2 Shell and Tube Heat Exchanger. Tipe ini berdasarkan aliran yang terjadi didalamnya dibedakan menjadi aliran searah (Co-Current) dan aliran berlawanan (Counter Current). Penelitian ini dimaksudkan untuk merancang alat penukar panas tipe 1-2 Heat Exchanger dalam skala pilot plant untuk mengetahui pengaruh jumlah baffle terhadap transfer panas. Penelitian ini membandingkan pengaruh transfer panas dengan variasijumlah baffle 2, 3 dan 4 buah. Hasil dari penelitian didapat menyatakan bahwa pengaruh jumlah baffle merupakan salah satu dari sebagian banyak faktor yang mempengaruhi efektivats transfer panas.Kata Kunci : Heat Exchanger, Shell dan Tube, Transfer Panas
Copyrights © 2017