Jurnal Purifikasi
Vol 15 No 1 (2015): Jurnal Purifikasi

PENGAMBILAN ZAT WARNA ALAMI DARI BUAH MANGROVE SPESIES RHIZOPHORA MUCRONATA UNTUK PEWARNA BATIK RAMAH LINGKUNGAN

Paryanto Paryanto (Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret)
Wusana Agung W (Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret)
Endang Kwartiningsih (Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret)
Sunu H Pranolo (Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret)
Vicka Haningtyas (Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret)
Ryan hidayat (Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret)
Ilham Roy S (Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret)



Article Info

Publish Date
26 Jan 2015

Abstract

Indonesia memiliki lahan mangrove seluas 4,255 juta ha, termasuk yang terluas di dunia. Salah satu species yang banyak tumbuh di lahan mangrove adalah Rhizophora mucronata. Potensi tanaman mangrove di Bontang sebagai bahan baku pewarna alami cukup memadai. Luas tanam 2.935 ha menempati luasan sekitar 70% dari lahan yang tersedia. Luasan tersebut, terdapat sekitar 3 juta pohon jenis ini bila dianggap jarak tanam 2 m x 2 m, dengan anggapan bahwa setiap tahun satu batang pohon spesies ini menghasilkan 50 kg buah dan 50% buah tersebut dipergunakan untuk pembibitan maka masih tersedia sebanyak 75.000 ton buah sebagai bahan baku pewarna alami. Apabila perolehan proses ini sebesar 5% maka berpotensi diperoleh pewarna alami sebanyak 3.750 ton. Pada penelitian ini pengambilan zat warna alami dari buah mangrove spesies Rhizopora mucronata dilakukan dengan proses ekstraksi menggunakan pelarut air pada perbandingan massa bahan terhadap pelarut 1 : 10, suhu 100 °C selama 60 menit. Zat warna tersebut kemudian dipekatkan dengan proses evaporasi hingga volume tinggal 30%. Selanjutnya ekstrak dimanfaatkan untuk pewarnaan pada kain batik. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh jumlah pencelupan : 5 kali, 7 kali, dan 10 kali terhadap hasil pewarnaan pada kain. Selain itu dipelajari juga pengaruh larutan fixer terhadap hasil pewarnaan pada kain. Larutan fixeryang digunakan pada percobaan ini yaitu tawas, kapur tohor dan tunjung. Untuk kain yang dicelupkan pada fixer tawas, memberikan warna yang lebih muda. Pencelupan zat warna dengan fixer kapur tohor memberikan warna coklat, sesuai warna asli ekstrak buah mangrove dan fixer dengan tunjung memberikan warna kehitaman.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

purifikasi

Publisher

Subject

Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Environmental Science

Description

Jurnal Purifikasi was published since January 2000 by Division of Journal Purifikasi Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environment and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya in collaboration with the Association of Indonesian Sanitary and Environmental ...