Tujuan: Mencari fakta dari studi fisibilitas/studi kelayakan penggunaan
kontrasepsi (pelayanan KB) sebagai entri poin aplikasi pelayanan
kesehatan reproduksi terpadu di Indonesia.
Bahan dan cara kerja: Data dikumpulkan dari tahun 2001 hingga
2004 di tiga kota dengan tiga propinsi yang berbeda, menggabungkan
observasi terhadap peningkatan kemampuan konseling dan pemeriksaan
klinis secara keseluruhan dengan menggunakan dokumentasi berbasis
komunitas dari kegiatan outreach (outreach education) terhadap komunitas
target. Target komunitas pertama yaitu para pekerja pabrik muda
dan tidak menikah di Batam, Provinsi Riau; kedua, perempuan perajin
gerabah (pembuat barang-barang tembikar) di Pulau Lombok; dan
ketiga ibu rumah tangga yang tinggal di pemukiman kumuh di antara
dua wilayah pelacuran di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Di setiap tempat,
studi dilakukan bersama organisasi mitra yang berbeda, seperti:
Yayasan Mitra Kesehatan dan Kemanusiaan (Batam), Pusat Informasi
Kesehatan dan Perlindungan Keluarga (Lombok) dan Yayasan Hotline
Surabaya.
Hasil: Di Batam, outreach mencakup 3.740 orang dalam 237 kunjungan
klinis. Di Lombok menjangkau 1.502 perempuan dalam 183
pelayanan klinis. Surabaya, Jawa Timur, jumlah perempuan yang terjangkau
sebanyak 1.313 orang dalam 869 pemeriksaan kesehatan reproduksi.
Kesimpulan: Kontrasepsi sangat efektif sebagai entri poin sebelum
menyentuh isu sensitif seperti tentang Infeksi Saluran Reproduksi/Infeksi
Menular Seksual (ISR/IMS), masalah psikologi remaja (pacaran,
perilaku berisiko, dan kehamilan yang tidak direncanakan). Hasil studi
memperlihatkan bahwa faktor eksternal berpengaruh pada fisibilitas/
kelayakan pilot project di masa mendatang. Penjelasan tentang faktorfaktor
eksternal tersebut akan dijelaskan pada paper lengkap.
[Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 31-4: 236-42]
Kata kunci: kontrasepsi, kesehatan reproduksi
Copyrights © 2007