Tujuan: Melaporkan kasus efusi pleura unilateral pada penderita
OHSS.
Rancangan/rumusan data: Laporan kasus.
Tempat: Klinik fertilitas rumah sakit rujukan tersier.
Hasil: Seorang wanita usia 32 tahun yang menderita OHSS. Faktor
risiko pada kasus ini adalah ovarium polikistik, usia 4300 pg/mL. Saat
diketahui respons ovarium yang berlebih, dilakukan penurunan dosis
FSH. Terjadi efusi pleura unilateral dan asites minimal 11 hari pasca
penyuntikan r-hCG, sehingga perlu dilakukan perawatan intensif dan
pemasangan water-sealed drainage (WSD). Dilakukan pemberian albumin
intravena yang disesuaikan dengan perkembangan kadar albumin
darah harian. Setelah dirawat selama 15 hari pasien dipulangkan
dalam keadaan baik.
Kesimpulan: Pada kasus ini telah dilakukan monitoring stimulasi
secara hormonal dan ultrasonografi serta upaya-upaya pencegahan lain.
Namun demikian, OHSS tetap terjadi sehingga diperlukan kombinasi
terapi suportif dan bedah.
[Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 31-3: 174-9]
Kata kunci: fertilisasi invitro, sindroma hiperstimulasi ovarium,
efusi pleura unilateral
Copyrights © 2007