Tujuan: Membuktikan bahwa, jumlah sel trofoblas yang mengalami
apoptosis pada sampel jaringan trofoblas yang berasal dari kehamilan
dengan preeklampsia/eklampsia lebih tinggi apabila dibandingkan dengan
kehamilan normal.
Tempat: Bagian Obstetri dan Ginekologi RSU Dr. Saiful Anwar
Malang, dan Lab Biomedik FKUB Malang.
Bahan dan cara kerja: Penelitian ini merupakan studi laboratorium
secara potong lintang; dengan teknik imunohistokimia untuk pengamatan
ekspresi protein Bcl-2 dan p53, dan teknik DNA-terfragmentasi
(TUNEL) untuk menghitung indeks apoptosis. Sampel jaringan trofoblas
berasal dari biopsi jaringan plasenta preeklampsia/eklampsia,
dibandingkan dengan persalinan normal (n = 20). Variabel bebas: p53,
Bcl-2, apoptosis. Variabel tergantung: preeklampsia/eklampsia. Analisa
statistik menggunakan Independent t test (p ⤠0,05).
Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan jumlah sel-sel trofoblas
yang mengalami apoptosis pada kelompok kehamilan normal (4,70±
1,829), dibandingkan dengan kelompok preeklampsia/eklampsia (4,70±
1,829), (t test; pâ¤0,000). Terdapat perbedaan yang signifikan ekspresi
protein Bcl-2 pada jaringan trofoblas kelompok kehamilan normal
(20,30±5,774), dibandingkan kelompok preeklampsia/eklampsia (9,90±
1,912) (t test; pâ¤0,000). Terdapat perbedaan yang bermakna ekspresi
protein p53 pada jaringan trofoblas kelompok kehamilan normal (8,20
±2,898), dibandingkan dengan kelompok preeklampsia/preeklampsia
(22,70±4,990) (t test; pâ¤0,000).
Kesimpulan: Jumlah sel trofoblas yang mengalami apoptosis pada
jaringan trofoblas preeklampsia/eklampsia lebih tinggi daripada kehamilan
normal.
[Maj Obstet Ginekol Indones 2009; 33-3: 151-9]
Kata kunci: trofoblas, indeks apoptosis, p53, Bcl-2, preeklampsia,
eklampsia
Copyrights © 2009