Empat Pelajaran Menulis Puisi karya Ahda Imran menampakkan ciri-cirinya sebagai karya sastra posmodern. Dengan menggunakan konsep-konsep semiotika Ferdinand de Saussure dan dekonstruksi Jacques Derrida sebagai perspektif, tulisan ini bertujuan untuk mengungkap makna keempat puisi tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa kesatuan makna puisi-puisi tersebut berada dalam medan irisan antara strukturalisme dan postrukturalisme. Ambivalensi makna keempat puisi tersebut sekaligus merefleksikan ideologi posmodernisme.
Copyrights © 2016