Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan
Vol 2, No 1 (2013)

STRATEGI PENGATURAN PENANGKAPAN BERBASIS POPULASI DENGAN ALAT TANGKAP BUBU RANGKAI PADA PERIKANAN RAJUNGAN: STUDI KASUS DI PERAIRAN KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA

Mustafa, Ahmad (Unknown)
Abdullah, Abdullah (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Aug 2013

Abstract

Perikanan rajungan di PerairanKabupaten Konawe, Sulawesi Tenggaradilingkupi permasalahan kurang efisiennyaalat tangkap yang digunakan (bubutunggal dan jaring insang dasar) yangberdampak pada tekanan terhadap populasirajungan. Penggunaan bubu rangkaidiharapkan dapat mengatasi permasalahantersebut. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis ukuran dan kematangan gonadrajungan hasil tangkapan bubu rangkaiberdasarkan fase bulan serta efisiensiekonomis alat tangkap ini. Hasil penelitianmenunjukkan kecenderungan lebar karapaksdan bobot individu rata-rata yanglebih tinggi pada fase bulan awal terangdan fase bulan terang, walaupun rata-ratajumlah individu yang tertangkap per tiriplebih tinggi pada fase bulan terang danawal gelap. Hanya sedikit rajungan matanggonad yang tertangkap. Strategi yang dapatditerapkan untuk meningkatkan sifatramah lingkungan bubu rangkai adalah: Bubudipasang pada kedalaman >15 meteruntuk memperoleh ukuran yang lebih besar;Operasi penangkapan dapat difokuskanpada fase bulan awal terang dan teranguntuk memperoleh bobot individu yang lebih besar; Bila tertangkap rajungan denganlebar karapaks < 10cm atau betina matanggonad dapat dilepas kembali ke alam;Untuk efisiensi pemasaran, hasil tangkapandapat ditampung sementara dalam kurungantancap dan diberi pakan ikan rucah.Usaha penangkapan rajungan denganbubu rangkai layak dan menguntungkan secaraekonomis dengan nilai NPV Rp. 84 .098 . 870, B/C - ratio 23 dan IRR 605 %.

Copyrights © 2013