Kacang panjang merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat, akan tetapi tidak semua orang banyak menyukai kacang panjang khususnya anak-anak. Untuk memenuhi selera konsumen akan kacang panjang baik dari segi rasa dan tingkat kerenyahan maka perlu dilakukan perbaikan genetik dengan pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kacang panjang F 1 dengan tetuanya dan mendapatkan genotipe kacang panjang F 1 yangmemiliki rasa manis dan polong yang renyah dibandingkan tetuanya. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai Desember 2014. Alat yang digunakan antara lain Penetrometer dan Refractometer. Benih yang digunakan adalah benih F 1 kacang panjang hasil persilangan Coklat Muda x Lurik dan Lurik x Coklat Muda beserta tetuanya Lurik dan Coklat Muda. Penelitian ini menggunakan rancangan teracak sempurna (RTS) dan data dianalisis ragam kemudian dilanjutkan dengan uji LSI (Least Significant Increase). Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe Lurik x Coklat Muda memiliki mutu lebih unggul dibandingkan tetua Lurik yaitu pada variabel panjang polong dan nilai o Brix, akan tetapi tidak lebih baik dibandingkan tetua Coklat Muda. Kacang panjang genotipe Coklat Muda x Lurik mutunya lebih rendah dibandingkan kedua tetua yaitu Lurik dan Coklat Muda. Untuk hasil uji kerenyahan polong, kedua genotipe kacang panjang F 1 memiliki polong yang lebih renyah dibandingkan tetua Lurik dan Coklat Muda.
Copyrights © 2015