Kertas kerja ini membahas ketahanan pangan bagi komunitas etnik, atau sering disebut sebagai indigenous people, yang hidup di pedalaman Provinsi Jambi (Indonesia) dan di Provinsi Ifugao (Filipina), yang sering disebut sebagai Orang Rimba dan Ifugao.Titik berat perhatian kertas kerja ini adalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga bagi Orang Rimba dan Ifugao. Sementara itu pertanyaan penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah apa saja tantangan yang dihadapi oleh komunitas etnik di Indonesia dan Filipina dalam memenuhi ketahanan pangan mereka di tengah gaya hidup dan budaya yang mereka miliki? Kertas kerja ini berdasarkan seri penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 2006-2009. Pada tahun 2006-2007, penulis berkesempatan untuk melakukan penelitian di Provinsi Jambi (Sumatera). Komunitas Orang Rimba yang diteliti adalah Kelompok Orang Rimba Dalam dan Orang Rimba Luar yang hidup menetap di Bukit Dua Belas dan di sebelah selatan Provinsi Jambi atau tepatnya Orang Rimba yang hidup di sepanjang jalan Lintas Sumatera, yaitu di Desa Pematang Kancil, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin. Sementara itu, pada tahun 2008-2009, penulis mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian di Provinsi Ifuga, sebelah utara Pulau Luzon di Filipina. Metode yang digunakan dalam penelitian-penelitian tersebut adalan metode kualitatif dengan pendekatan etnografis.Kata kunci : Ketahanan Pangan, Orang Rimba, Ifugao, Etnografi
Copyrights © 2011