Tulisan ini dalah tentang migrasi internasional yang dilakukan oleh orang Indonesia ke Belanda. Sejarah dari migrasi warga Indonesia itu sendiri sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Catatan sejarah menunjukan bahwa di era tahun 1950-an ada arus migrasi orang Maluku ke Belanda. Pada tahun 1958 terjadi migrasi para ekspatriat Belanda karena adanya peristiwa nasionalisasi perusahaan milik kolonial Belanda dan bersama kepulangan warga Belanda itu mereka membawa serta istri-istrinya yang sebagian adalah warga negara Indonesia. Untuk kasus ini disebut juga migrasi karena adanya perkawinan. Pada masa sekarang, dimulai sejak akhir tahun 1990-an, arus masuk orang Indonesia untuk berbagai macam motif makin banyak terlihat. Migrasi karena mendapatkan sekolah lalu memutuskan bekerja dan menetap di Belanda. Mereka dalam kategori ini bekerja sebagai tenaga kerja terampil dan terdidik (skilled workers). Migrasi yang lain adalah dalam bentuk kunjungan keluarga dan akhirnya orang tersebut memutuskan tinggal di Belanda. Pada kasus ini, hampir sebagian besar dari mereka bekerja di sektor pekerjaan informal atau unskilled workers. Mereka yang bekerja sebagai tenaga kerja unskilled workers jarang memiliki dokumen lengkap atau dilekatkan pada mereka istilah undocumented migrant. Dari beberapa tipe migrasi yang tampak, tulisan ini menceritakan bagaimana proses migrasi itu berlangsung dan seperti apa pola-pola migrasi yang muncul dari aktifitas migrasi orang Indonesia di Belanda. Dengan adanya orang Indonesia yang menjadi undocumented migrant di Belanda, perlu juga diinformasikan bagaimana mereka bertahan tinggal di Belanda dengan status tidak resminya itu. Data dari tulisan ini diperoleh dari hasil penelitian melalui hasil wawancara dengan beberapa orang Indonesia yang bekerja di Belanda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data lapangan dilakukan di Amsterdam, Leiden and Utrecht, Belanda pada tahun 2010 dan 2011.Kata kunci: migrasi, pekerja migran, pekerja terampil, pekerja tidak terampil, pekerja tak terdokumentasi.
Copyrights © 2012