Studi ini mengkaji strategi Amerika Serikat (AS) di Asia Tenggara (Asteng). Penulis secara khusus dan empiris mengambil fokus kepentingan-kepentingan vital AS apa yang sesungguhnya terancam di kawasan Asteng, bagaimana berbagai strategi AS dan sumber daya yang dimilikinya melindungi dan memajukan kepentingan tersebut. Berbeda dengan studi lainnya, penulis mempertimbangkan apakah kebijakan poros strategis AS di Asia semata berfungsi untuk menjaga kohesivitas keamanan antarkawasan yang berada di bawah payung AS sejak Perang Dunia II. Kebijakan demikian dapat membelah persatuan ASEAN, menimbulkan ketegangan dengan Tiongkok, dan juga pada akhirnya dapat melemahkan keamanan antarkawasan. Sebagai tambahan, penulis mempertimbangkan apakah fokus baru AS di Asteng benar-benar format baru atau sekedar perubahan fokus strategi dengan substansi yang sama. Dengan menggunakan analisa studi kasus tunggal dari politik luar negeri AS di bawah Pemerintahan Presiden Obama di Asteng dari tahun 2009-2012, penulis menemukan bukti bahwa asosiasi antara fokus baru AS di Asteng dengan kepentingan nasional AS di bidang ipoleksosbudhankam yang bersifat memaksa sebagai bagian politik luar negerinya yang digunakan untuk memperbaiki keadaan dalam negerinya. Selain itu, penulis menunjukkan bahwa politik luar negeri AS di Asteng tetap dilanjutkan fokusnya pada perang melawan terorisme, menahan kebangkitan Tiongkok, dan memastikan bahwa kawasan Asteng tidak didominasi oleh entitas kekuatan yang berpotensi memusuhi AS.Kata kunci: Amerika Serikat, kebijakan luar negeri, Asia Tenggara, strategis.
Copyrights © 2014