Based on a literature review and in-depth interviews, this paper examines the marriage migration in the case of Indonesian woman who married to Dutch man. At least there are three arenas that structure this practice: the discourse of the colonial/postcolonial, marriage law, and migration policy. This paper underscores the importance of agency that affecting the different experiences of each individual in the marriage migration practice.Keywords: marriage migration, colonial/postcolonial discourse, marriage law, migration policy, Indonesia, Dutch.AbstrakDidasarkan pada telaah literatur dan wawancara mendalam, tulisan ini mengkaji migrasi pernikahan dalam kasus perempuan Indonesia yang menikah dengan laki-laki Belanda. Setidaknya terdapat tiga arena yang membentuk praktik ini: wacana kolonial/poskolonial, hukum pernikahan, dan kebijakan migrasi. Tulisan ini menggarisbawahi pentingnya aspek kepelakuan dalam migrasi pernikahan yang mempengaruhi perbedaan pengalaman masing-masing individu dalam praktik tersebut. Kata kunci: migrasi pernikahan, wacana kolonial/poskolonial, hukum pernikahan, kebijakan migrasi, Indonesia, Belanda
Copyrights © 2016