Tulisan ini menggarisbawahi diskusi singkat mengenai reformasi ekonomi pada tahun 1970-an hingga 1990-an yang mengubah hubungan ekonomi luar negeri Thailand melalui implementasi strategi ekonomi yang membuka kesempatan bagi para investor untuk menanamkan modalnya. Upaya ini memengaruhi peningkatan Foreign Direct Investment (FDI) yang merupakan hasil kerjasama antar investor domestik, bahkan ada perusahaan seratus persen kepemilikan dimiliki oleh perusahaan asing. Implikasi dari reformasi ekonomi ini menunjukkan suatu yang positif. Para investor menanamkan modalnya dalam berbagai sektor, seperti minyak, pertambangan, petrokimia, otomotif, perbankan, infrastruktur perumahan, industri perhutanan, dan sebagainya. Tulisan ini berfokus pada pulp dan industri kertas. Pada dua dekade terakhir (1980-an sampai 2000-an), terlihat peningkatan jumlah pulp dan industri kertas di Thailand. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah kebijakan pemerintah Thailand terhadap perkembangan ekonomi, implikasi dari kebijakan pulp dan industri kertas, dengan mengambil dua perusahaan pulp dan industri kertas, yaitu Advance Agro dan Siam Cement Groups sebagai contoh kasus bagaimana mereka mengelola industri tersebut, masalah kepemimpinan di dalamnya, dan bagaimana mereka merevitalisasi perusahaan agar terus berkembang.Kata kunci: Kebijakan reformasi ekonomi, Royal Forest Department (RFD), pulp dan industri kertas, Advance Agro, Siam Cement Group, manajemen.
Copyrights © 2012