Kandai
Vol 11, No 1 (2015): KANDAI

BALADA “HANG TUAH”: IMAJINASI AMIR HAMZAH TENTANG SOSOK PAHLAWAN MELAYU

Saksono Prijanto (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Jun 2017

Abstract

Dalam pemikiran budaya dan politik Melayu, Hang Tuah lebih daripada sekadar nama seorang pendekar. Hang Tuah adalah satu “ikon”, satu simbol kebangsaan dan kebanggaan bangsa Melayu-Indonesia. Sebagai tokoh yang hidup dalam masa keemasan Kesultanan Melaka, Hang Tuah merupakan representasi cita-cita dan kebesaran bangsa MelayuIndonesia. Beberapa sastrawan Indonesia terinspirasi untuk mengabadikan potret Hang Tuah dalam karya kreatif mereka, antara lain, Raja Penyair Pujangga Baru, Amir Hamzah. Artikel ini mencoba merekonstruksi imajinasi penyair Amir Hamzah melalui pengungkapan makna balada “Hang Tuah” dengan mengidentifikasi pemanfaatan simbolisme bunyi (atau metafora), serta lukisan bunyi (reproduksi bunyi-bunyian alam) yang terkandung dalam balada itu. Dari hasil telaah dapat disimpulkan bahwa Amir Hamzah memahami pola pemikiran Melayu-Indonesia. Kepiawaian Amir Hamzah menyusun keterpautan kata yang satu dengan kata yang lain dalam eufoni yang indah telah mampu membentuk imaji visual sebagai sarana pengonkretan makna. Amir Hamzah mampu memanfaatkan daya sinergi itu dalam keindahan baladanya.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

kandai

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Kandai was first published in 2005. The name of Kandai had undergone the following changes: Kandai Majalah Illmiah Bahasa dan Sastra (2005) and Kandai Jurnal Bahasa dan Sastra (2010). Since the name of journal should refer to the name that was registered on official document SK ISSN, in 2016 Kandai ...