Saat ini infeksi oleh Pseudomonas aeruginosa semakin sulit untuk diatasi, karena timbulnya resistensi terhadap antibiotik. Salah satu cara dalam menanggulangi resistensi diperlukan anti mikroba alternatif. Pemanfaatan tanaman, sebagai obat alternatif dalam menanggulangi infeksi sampai sekarang masih berlangsung, dimana umumnya penggunaan berdasarkan pengalaman turun-temurun, sehingga upaya penelitian masih sangat dibutuhkan dalam rangka pengembangannya maupun pemanfaatan obat alam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun saga (Abrus precatorius Linn.) dan madu hitam dalam menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa, juga mengetahui konsentrasi ekstrak daun saga dan madu hitam yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa, serta mengetahui perbedaan kemampuan ekstrak daun saga (Abrus precatorius Linn.) dengan madu hitam dalam menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Jenis penelitian eksperimen di laboratorium (invitro), dimana ekstrak daun saga dan madu hitam sebagai variabel bebas, variabel terikat adalah pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Analisa data univariat berupa tabel dan grafik, bivariat dengan uji t. Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak daun saga dan madu hitam konsentrasi 10% sampai dengan 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Konsentrasi madu hitam10% s/d 50% lebih baik kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa dibandingkan dengan ekstrak daun saga, namun konsentrasi ekstrak daun saga 70% s/d 100% lebih baik kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa dibandingkan dengan madu hitam
Copyrights © 2015