Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah penyakit jaringan penyangga dan karies gigi. World Health Organization (WHO) menunjukkan tingkat keparahan kerusakan gigi (indeks DMF-T) usia 12 tahun sebesar 1 (satu) gigi. Kenyatannya pengalaman karies perorang rata-rata (indeks DMF-T) adalah 4,85 (kategori tinggi). Salah satu pencegahan karies gigi adalah menjaga kebersihan mulut dengan cara menggosok gigi secara baik dan benar. Usia sekolah dasar merupakan saat ideal untuk melatih kemampuan motorik seorang anak, diantaranya perilaku menggosok gigi. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran orang tua, teman, guru, petugas kesehatan terhadap perilaku menggosok gigi pada siswa Sekolah dasar Kelas V dan VI di Kecamatan Sumberejo. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas V dan VI di Kecamatan Sumberejo dengan jumlah sampel 285 siswa. Analisa data dilakukan dengan cara univariat, bivariat dengan chi square, multivariat dengan regresi logistic. Variabel yang berhubungan dengan perilaku menggosok gigi adalah peran orang tua, peran guru. Hasil uji regresi logistic menunjukan variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku menggosok gigi pada siswa sekolah dasar kelas V dan VI di Kecamatan Sumberejo adalah peran guru
Copyrights © 2013