Tulisan ini merupakan sebuah rancangan dalam menerapkan metode konstruktivisme sebagai wacana pengetahuan bagi guru yang ingin mengajar tari pada Sekolah Menengah Tngkat Atas. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat siswa/sisiwi dalam belajar tari. Berdasarkan fakta lapangan, terjadi penurunan minat karena pengaruh teknologi dan informasi, sehingga tari (tari tradisional) dianggap ketinggalan zaman oleh siswa/sisiwi sementara siswa/siswi tidak diberikan pemahaman tentang nilai, etika dan estetika tari yang melekat di dalamnya.
Copyrights © 2013