Pada pilkada Aceh 2017 pasangan Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah merupakan pasangan memperoleh angka terbanyak yaitu 898.710 suara. Disusul oleh pasangan Muzakir Manaf – TA Khalid dengan mfvperolehan 766.427 suara. Political marketing merupakan metode yang dapat dilakukan oleh setiap kandidat dalam upaya merebut kekuasaan. Political marketing penting dilakukan untuk membangun hubungan dua arah antara pasangan calon dengan pemilih yang akan menjadi pedukungnya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui strategi political marketing kedua kandidat pasangan serta perbandingannya dalam memasarkan produk politik untuk memenangkan pilkada Aceh 2017. Penelitian ini mengunakan teori Lees Marshment. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data wawancara langsung, observasi lapangan dan dokumentasi kandidat. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa dalam memasarkan produk politik, pasangan Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah mengunakan push marketing dan market oriented party sedangkan pasangan Muzakir Manaf – TA Khalid mengunakan pass marketing dan market oriented party dalam menghadapi pilkada Aceh 2017. Melihat kondisi kedepan, pasangan Muzakir Manaf – TA Khalid harus lebih mengedepankan pertemuan-pertemuan dialogis bersama masyarakat sedangkan pasangan Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah harus lebih mengintensifkan pertemuan-pertemuan dialogis dengan masyarakat.Kata kunci: pasangan calon, political marketing, pilkada CAMPARISON OF POLITICAL MARKETING STRATEGY PARTNERS IRWANDI YUSUF – NOVA IRIANSYAH WITH MUZAKIR MANAF – TA KHALID IN REGIONAL HEAD ELECTION 2017 ABSTRACTAt the elections in Aceh in 2017, the pairing of Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah was the pair earned the highest number of 898,710 votes, followed by Muzakir Manaf - TA Khalid with the acquisition of 766,427 votes. Political marketing is a method that can be done by every candidate in an effort to seize power. Political marketing is important to build a two-way relationship between the candidate pair and the voters who will be the supporters. The purpose of this study is to find out the political strategy of both candidate pairs and its comparison in marketing political product to win elections Aceh 2017. This research uses Lees Marshment Theory. In this research, qualitative approach is used with direct interview data source, field observation and candidate documentation. The result shows that in marketing the political products, the couple Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah used the marketing push and market oriented party while the pair Muzakir Manaf - TA Khalid used pass marketing and market oriented party in the face of Aceh elections 2017. It is suggested that in the future, the couple of Muzakir Manaf - TA Khalid should prioritize dialogical meetings with the community while Irwandi Yusuf's partner - Nova Iriansyah should intensify dialogical meetings with the community. Keywords: candidate pair, political marketing, regional head election
Copyrights © 2018