Penelitian ini mengkaji tentang fenomena kehidupan pengamen jalanan di Surakarta. Melalui pendekatan Sosiologi Musik, Fenomena ini dilihat bukan sebagai kegiatan pekerja musik individual namun lebih dilihat sebagai kolektivitas. Orchestra jalanan kegiatan bekerja dan melakukan ekspresi musik secara kolektif dalam pertunjukkan orchestra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan sesorang mengambil peran dan identitas sebagai pengamen, upaya pengamen mengorganisir diri dan manfaat dari organisasinya serta, hubungan pengamen dengan pemerintah kota dalam mempertahanakan eksistensinya di kota. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan strategi pendekatan fenomenologi. Teknik penetapan informan secara snowball, penelitian telah mewawancari pengamen, pengelola organisasi pengamen, lembaga swadaya masyarakat yang mendampingi pengamen dan juga aparatur pemerintah. Studi ini bersifat eksploratif yang berusaha melakukan diskripsi terhadap kehidupan pengamen di perkotaan secara keseluruhan dari keberadaannya secara individu, kelompok dan anggota masyarakat kota. Hasil penelitian ini menunjukan representasi pengamen di Surakarta merupakan rangkaian panjang dari perubahan struktur perekonomian: keterbatasan serapan dunia kerja, sempitnya lapangan kerja juga kebijkanan Pemutusan Hubungan Kerja. Pengamen memaknai diri mereka sebagai sebuah konsekuensi keterbatasan dunia kerja. Organisasi pengamen memainkan peran penting dalam perlindungan pengamen di Surakarta. Daya tahan (eksistensi) pengamen untuk tetap tampil dijalanan sebagian besar tidak ditentukan oleh selera masyarakat namun karena keberanian pengamen untuk terus mengamen ditengah suasana kota yang tidak mendukung.
Copyrights © 2018