Menanggapi suatu persoalan atau peristiwa merupakan salah satu kompetensi dasar yang diajarkan dalam kurikulum bagi siswa SDLB-A ‘Aisyiyah Ponorogo khususnya Kelas V yang perlu mendapat perhatian yang serius, sehingga jika timbul hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan harus segera dicarikan cara pemecahan. Permasalahan yang muncul di Kelas V SDLB-A ‘Aisyiyah Ponorogo adalah siswa kurang menguasai beberapa kompetensi dasar yang diajarkan. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 60,00% atau 3 siswa Kelas V SDLB-A ‘Aisyiyah Ponorogo belum memahami sepenuhnya materi Menanggapi suatu persoalan atau peristiwa. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 58,00 dan 60,00% atau 3 siswa memiliki nilai di bawah rata-rata kelas.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Menanggapi suatu persoalan atau peristiwa melalui metode Think-Pair-Share Siswa Kelas V SDLB-A ‘Aisyiyah Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013. Peranan Model Pembelajaran Think-Pair-Share dalam meningkatkan kemampuan materi ajar Menanggapi suatu persoalan atau peristiwa ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 72,00; siklus II 77,00, dan siklus III 79,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu siklus I hanya 60,00%, siklus II meningkat menjadi 80,00%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Think-Pair-Share dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar serta aktivitas siswa dalam pembelajaran pada materi ajar Menanggapi suatu persoalan atau peristiwa.
Copyrights © 2016