Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap
Vol 3, No 3 (2010): (Desember 2010)

FEKUNDITAS DAN DIAMETER TELUR IKAN TERBANG DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR DAN UTARA BALI

Firman Ferdiansyah (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-Universitas Padjajaran, Bandung)
Augy Syahailatua (augy_lipi@yahoo.com)



Article Info

Publish Date
07 Feb 2017

Abstract

Fekunditas dan diameter telur ikan merupakan bagian dari studi reproduksi biologi perikanan. Aspek ini dikaji dari tiga jenis ikan terbang, yaitu Cheilopogon cyanopterus, Hirundichthys oxycephalus, dan Parexocoetus mento yang dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan dengan jaring insang hanyut di perairan Takalar (Selat Makassar) dan Pemuteran (Bali Utara). Jumlah contoh yang diamati 58 gonad ikan betina yang berada pada tingkat kematangan gonad III dan IV. Fekunditas tertinggidimiliki oleh Parexocoetus mento, namun rata-rata fekunditas tertinggi dimiliki oleh jenis Hirundichthys oxycephalus. Korelasi antara fekunditas dan panjang total ikan memiliki tingkat keeratan yang rendah, sedangkan korelasi antara fekunditas dan bobot gonad memiliki tingkat keeratan yang kuat. Distribusidiameter telur ikan pada ketiga jenis ikan terbang ini tidak menunjukan perbedaan yang signifikan, namun secara umum diameter telur pada tingkat kematangan gonad III (0,33-2,21 mm) lebih kecil dari pada tingkat kematangan gonad IV (0,45-2,36 mm). Penelitian ini memberikan indikasi bahwaterdapat variasi fekunditas dan diameter telur antar jenis ikan terbang, serta lokasi penangkapan ikan terbang yang dilakukan oleh nelayan lokal saat ini merupakan daerah pemijahan. Fish fecundity and egg diameter are essential aspects in the study of fishery biological reproductive. These two aspects were observed on three species of fyingfish Cheilopogon cyanopterus, Hirundichthys oxycephalus, and Parexocoetus mento which collected from fishermen caught used a drift gillnet in the waters of Takalar (Makassar Strait) and Pemuteran (north Bali). Numbers of samples examined were 58 gonads of flyingfish at the third (develop) and fourth (mature) maturity stages. The higest fecundity was in the gonad of Parexocoetusmento, however the highest of fecundity mean was in Hirundichthys oxycephalus. The correlation between fecundity and total length shows a weak relationship, however the correlation between fecundity and gonad weight show a strong relationship. Egg diameter of these three flyingfish species had no significant different, but generally egg diameter of develop gonad (0.33-2.21 mm) was smaller than the mature one (0.45-2.36 mm). This study indicates variability in fecundity and eeg diameter among flyingfish species. In addition, the fishing grounds also indicates spawing grounds.

Copyrights © 2010






Journal Info

Abbrev

bawal

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology

Description

Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap dipublikasikan oleh Pusat Riset Perikanan yang memiliki p-ISSN 1907-8226; e-ISSN 2502-6410 dengan Nomor Akreditasi RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018, 9 Juli 2018. Terbit pertama kali tahun 2006 dengan frekuensi penerbitan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, ...