ABSTRAKGambut bekas terbakar di lahan pertanian, Kelurahan Kalampangan mengalami perubahanmuka air yang cukup dramatis yaitu tergenang pada saat musim hujan dan kering pada saatmusim kemarau. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap proses dekomposisi dan sifat kimiagambut dan air gambut terkait dengan ketersediaan unsur hara terutama pada nitrogen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan muka air terhadapstatus hara N pada gambut pedalaman bekas terbakar di Kelurahan Kalampangan. Penelitian inimenggunakan metode inkubasi selama 40 hari dengan kolom bergantung pada muka air yangberbeda yaitu 0, -10, -20, -30, 10, 20, dan 30 cm. Parameter sifat kimia gambut dan air gambutadalah pH, N-total, C-organik, konsentrasi amonium, amonia, nitrit dan nitrat. Analisis data sifatkimia gambut dan air gambut dengan menggunakan analisis regresi dan korelasi. Gambut yangtelah diinkubasi memiliki pH yang sangat masam dengan menunjukkan korelasi positif tinggipada pengeringan dan korelasi positif rendah pada penggenangan, sedangkan air gambut yangtelah diinkubasi memiliki pH yang sangat masam dengan menunjukkan korelasi positifsempurna pada pengeringan dan korelasi negatif tinggi pada penggenangan. Gambut jugamemiliki N-total yang tinggi dengan menunjukkan korelasi positif rendah pada pengeringan dankorelasi negatif sempurna pada penggenangan, sedangkan air gambut yang telah diinkubasimemiliki pH yang sangat masam dengan menunjukkan korelasi positif sempurna padapengeringan dan korelasi negatif tinggi pada penggenangan. Proses amonifikasi dan nitrifikasiyang terjadi pada gambut pedalaman ditunjukkan dengan adanya akumulasi NH4+ dan NO3-pada gambut, dimana hasil analisis regresi terdapat pola persamaan polinomial dan linier.Persamaan yang diperoleh dapat digunakan untuk menduga konsentrasi ketiga parametertersebut terhadap perubahan muka air pada gambut pedalaman Kalteng.Kata kunci : amonifikasi, kebakaran gambut, gambut, muka air gambut, nitrogen
Copyrights © 2017