Bawang putih (Allium sativum L) merupakan komoditas hortikulturaunggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif.Permintaan yang selalu meningkat sangat mempengaruhi jumlahketersediaan bawang putih di pasar. Di sisi lain, produksi bawang putihdalam negeri mulai menurun bahkan sebagian besar petani tidak lagimembudidayakan bawang putih lokal. Hal ini disebabkan karenaproduktivitasnya rendah dengan nilai jual yang sangat murah, sehinggamenyebabkan kerugian. Produksi bawang putih lokal yang cenderungmenurun disebabkan bibit yang rentan terinfeksi virus sehinggaproduktivitasnya sangat rendah. Untuk mengembalikan kejayaan bawangputih lokal salah satu upaya yang harus dilakukan adalah mendapatkanbahan tanam (bibit) yang bermutu. Bahan tanam bermutu adalah bahantanam dari genetis yang unggul dan berkualitas. Kegiatan pengabdianditujukan pada penyediaan bibit bawang putih lokal yang diaplikasikanpada dua kelompok tani di desa Pancot, Kabupaten Karanganyar.Kelompok tani “Tani maju” (mitra 1) dan kelompok tani “Tani makmur”(mitra 2) adalah pembudidaya bawang putih di area KabupatenKaranganyar selain sayur mayur yang merupakan komoditi unggulandaerah tersebut. Metode penyediaan bibit ini dilakukan dengandiseminasi melalui sosialisasi kualitas bibit bawang putih, implentasi danpendampingan budidaya dengan harapan pada akhirnya mampumeningkatkan produktivitas bawang putih.
Copyrights © 2015