Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia
Vol 9, No 2 (2017): (November, 2017)

STRATEGI PENGELOLAAN IKAN PATIN (Pangasianodon hypophthalmus) DI WADUK GAJAH MUNGKUR JAWA TENGAH

Agus Djoko Utomo (Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum, Palembang, Jl. Gub. H. A. Bastari No. 08 Kel. Silaberanti, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan-30267, Indonesia)
Siti Nurul Aida (Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum, Palembang, Jl. Gub. H. A. Bastari No. 08 Kel. Silaberanti, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan-30267, Indonesia)



Article Info

Publish Date
22 Jan 2018

Abstract

Ikan Patin tebaran (Pangasianodon hypophthalmus) di Waduk Gajah Mungkur dapat berkembang biak dengan baik. Pada tahun 2011 produksi hasil tangkapan mencapai 377 ton. Secara ekologi, kondisi perairan Waduk Gajah Mungkur sesuai untuk perkembangbiakan ikan patin karena banyak tersedia pakan alami, terdapat daerah pemijahan terutama di inlet Keduang dan Wiroko, serta tersedia daerah suaka perikanan di sekitar area keramba jaring apung (KJA) milik PT. Aquafarm. Pada awal tahun 2012 terjadi pelanggaran penangkapan ikan di suaka perikanan secara besar-besaran hingga sekarang. Kondisi ini berdampak terhadap produksi perikanan tangkap ikan patin di Waduk Gajah Mungkur yang menurun tajam. Beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk memulihkan sumberdaya ikan patin di Waduk Gajah Mungkur diantaranya yaitu pengembalian fungsi suaka perikanan yang berada di area KJA milik PT. Aquafarm, mengoptimalkan pengelolaan berbasis kearifan lokal yang didukung oleh aspek hukum, dan melakukan penebaran ikan patin di Suaka Perikanan.Fish introduction of Stipped Catfish (Pangasianodon hypophthalmus) in the Gajah Mungkur Reservoir can grow and breed well. In 2011, the catch productions of this fish reached 377 tones. Ecologically, water conditions of the reservoir is suitable for breeding of Stripped Catfish because of abundance natural food, a suitable spawning area, especially at the inlets of Keduang and Wiroko, and available of fiheries protection area around the location of   floating net cages (KJA) owned by PT. Aquafarm. In early 2012, there were massively fishing violation in the fishery conserved area until now. This condition has an impact on fisheries production of Stripped Catfish at Gajah Mungkur Reservoir which declined sharply. Some effort needs to be done to restore the resources of Stripped Catfish in Gajah Mungkur Reservoir such as to restore the function of fisheries reserved area located in the floating net cages (KJA) owned by PT. Aquafarm, optimize local local wisdom-based management supported by legal aspects, and stocking Stripped Catfish in the fisheries reserve.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jkpi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Indonesian Fisheries Policy Journal present an analysis and synthesis of research results, information and ideas in marine and fisheries ...