Laut Banda merupakan salah satu daerah penangkapan tuna yang potensial di Indonesia, Jenis alat tangkap yang digunakan terdiri dari pukat cincin, huhate, rawai tuna, pancing ulur dan pancing tonda. Hasil tangkapan tuna di Laut Banda meliputi cakalang, madidihang dan tuna mata besar. Sumberdaya tuna di Laut Banda diduga masih merupakan sub stok sumberdaya tuna di perairan Pasifik Tengah dan Barat. Hasil kajian stok tuna oleh Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) pada 2012 melaporkan bahwa stok cakalang dan madidihang tidak mengalami overfishing dan overfished, sedangkan tuna mata besar telah mengalami overfishing dan overfished. Hasil penelitian Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan (P4KSI) pada 2012 menunjukkan madidihang dan tuna mata besar tertangkap pukat cincin, huhate serta kombinasi pancing ulur permukaan dan pancing tonda pada stadium yuwana, dengan indikasi nilai LcFmsy) while YFT and SKJ are not in overfishing or overfished state. It was also reported by RCFMC that the size of catch of those species by various fishing gear indicating that value of Lc
Copyrights © 2015