Bagi suatu ilmu pengetahuan, teori itu dapat diibaratkan sebagai jantungnnya, meskipun dapat menyesatkan bila kita menganggapnya sebagai sekuat karang yang tidak dapat diungkit ungkit lagi, sebagai hasil karya manusia dalam upaya mencari kebenaran.Manusialah yang menciptakan teori di dalam proporsi kebutuhannya, maka oleh karena itu suatu teori bisa saja berisi system lengkap,kategori generalisasi dll, dan keterkaitan gejala gejalanya satu dengan yang lainnya, namun pada kernyataanya masih ada yang tidak bermanfaat. Walaupun tidak berarti False (keliru) namun useless tidak berfaedah.
Copyrights © 2005