Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan break even point dalam menentukan harga sewa kamar pada Hotel Ranggonang Sekayu. Penulis memperoleh data dengan cara wawancara dan teknik dokumentasi. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh, diketahui bahwa perusahaan belum melakukan pengklasifikasian biaya ke dalam biaya tetap dan biaya variabel. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2016 perusahaan sebaiknya menaikkan harga sewa kamar sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian. Analisis break even point untuk data tahun 2013 volume penjualan perusahaan telah mencapai break even point, pada tahun 2014 dan 2015 volume penjualan perusahaan belum mencapai break even point karena dapat dlihat pada laporan laba rugi perusahaan untuk tahun 2014 dan 2015 perusahaan mengalami kerugian. Margin keamanan perusahaan pada tahun 2013 sebesar 66,85%, pada tahun 2014 sebesar 22,20% dan tahun 2015 sebesar 26,23%, sedangkan untuk tahun 2016 perusahaan merencanakan laba sebesar Rp 618.477.315, maka volume penjualan yang harus dicapai perusahaan pada tahun 2016 untuk kamar superior sebesar 3.533 unit kamar, kamar deluxe sebesar 3.645 unit kamar dan kamar suite sebesar 204 unit kamar.
Copyrights © 2016