Latar Belakang: Kehamilan heterotopic mengacu pada kehamilan yang terjadi bersamaan di dua lokasi implantasi yangberbeda, mayoritas terjadi di tuba falopii. Penyebab pasti tidak jelas, tetapi kehamilan ganda dengan kombinasi darikehamilan intrauterin dan ekstrauterin adalah faktor risiko untuk setiap kesatuan harus ditangani.Presentasi kasus: Pasien usia 34 tahun hamil 17 minggu, keluhan penurunan kesadaran, dan sebelumnya pasienmengeluh nyeri perut setelah BAK. Mengalami perdarahan dari jalan lahir 1 minggu yang lalu berlangsung selama 4hari. Tensi 76/43 mmHg, Nadi 97 x/m, Suhu 36.6 C, RR 24 x/m, SaO2 96 % tanpa O2. Pasien mengalami penurunankesadaran (delirium),anemis, abdomen distended, defans muscular +, nyeri tekan +, akral dingin kering pucat. Terababenjolan di labia mayor dekstra. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 7, Hct 37, Lekosit: 10.400, Trombosit 283.000,HbsAg negatif, Clorida serum 105, Kalium Serum 3,7, Natrium Serum 138, GDA 119, Diffcount 4/1/80/11/4, LED 64/86.Pembahasan: Diagnosis pasti adalah kehamilan heterotropik. Tatalaksana pasien adalah laparotomi, dengan kondisiadanya perdarahan intraabdominal yang cukup masif. Laporan operasi menyebutkan adanya kehamilan ekstrauterinedan intrauterine dengan usia kehamilan yang berbeda.Masih menjadi tanda tanya besar adalah bagaimana terjadinyakehamilan intra dan ekstra uterine dalam usia kehamilan yang berbeda.Kesimpulan: Diagnosis KET + G1 P0000 A000 UK 19 minggu + IUFD + Syok hypovolemik. Ditemukan kejadianrupturnya kehamilan ektopik yang terjadi saat usia kehamilan 17 minggu, dengan kemungkinan bahwa usia kehamilanantara kehamilan intra dan ekstra uterine ini berbeda.Kata kunci: kehamilan heterotropik, KET, IUFD, syok hipovolemik, kehamilan ekstrauterine, kehamilan intrauterine
Copyrights © 2015