Sebagai penggerak utama dan ujung tombak didalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dan tercapainya progam perbaikan gizi di masyarakat bahwa setiap kader kesehatan dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita. Dalam pembelajaran mengisi KMS dan DDST bukan hanya dituntut untuk sekedar memahami konsep teori, tetapi juga harus dapat mengembangkan kreativitas, keaktifan, dan keterampilan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan metode pembelajaran direct instruction terhadap penguasaan keterampilan mengisi KMS dan DDST pada kader kesehatan. Desain penelitian ini adalah analisis quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest dengan populasi 30 orang dan sampel 30 orang yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan checklist KMS dan DDST. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode pengajaran direct instruction efektif terhadap penguasaan keterampilan mengisi KMS pada kader kesehatan, dengan thitung = 5,869 dan ttabel  = 2,045 (5,869 > 2,045). Sedangkan metode pengajaran direct instruction efektif terhadap penguasaan keterampilan mengisi DDST pada kader kesehatan, dengan thitung = 11,689 dan ttabel  = 2,045 (11,689 > 2,045). Dari hasil penelitian ini, direkomendasikan bahwa institusi pendidikan yang terkait agar senantiasa berusaha menyediakan fasilitas (buku-buku dan alat peraga) yang mendukung pelaksanaan model-model pengajaran karena dapat meningkatkan hasil pengajaran, dan institusi kesehatan hendaknya untuk menggunakan direct instruction karena telah terbukti meningkatkan keterampilan mengisi KMS dan DDST.
Copyrights © 2016